uts e commerce

April 30, 2009 at 11:44 pm (uts e commerce)

penerapan segmentasi pada E-Commerce

Pembahasan soal ujian tengah semester e commerce

Pembahasan no 1

Hubungan E-Commerce terhadap supply chain management

Dalam SCM model ada 2 macam model yang bisa digunakan yaitu menggunakan model tradisional dan menggunakan media e-commerce dapat diketahui. Pada model SCM tradisional, terdapat beberapa alur yang harus dilalui agar barang dapat diterima sampai ditangan konsumen. Dalam traditional marketplace, lalu lintas informasi, produk/jasa, dan pembayaran bersifat fisik (location based).

SCM menggunakan media elektronik, tidak terdapat batasan dari masing-masing pihak yang melakukan proses jual-beli barang karena masing-masing pihak dapat langsung berhubungan antara satu dengan lainnya. Setiap orang yang memiliki akses ke internet dapat mengambil bagian dalam model bisnis ini, misalnya dengan melakukan browsing di internet untuk mencari informasi mengenai produk, produsen, dan harga, men-down load perangkat lunak atau data tertentu, mengirim e-mail kepada produsen, melakukan chatting dengan konsumen lain, melakukan transaksi pembayaran dengan aneka fasilitas (seperti kartu kredit, smart card, internet interface maupun automatic ordering), dan sebagainya.

Peningkatan value chain adalah manfaat yang diperoleh ketika seseorang atau produsen menggunakan media e-commerce. Namun selain terdapat kelebihan, penggunaan e-commerce dalam hubungannya dengan SCM ini pun juga memiliki keterbatasan yaitu ketepatan waktu dalam pengiriman barang, jangkauan daerah pengiriman barang, juga pengiriman barang masih ditakutkan dapat hilang di jalan.

Contoh perusahaan yang baru-baru ini mengembangkan SCM dalam organisasinya adalah perusahaan penerbangan Garuda Indonesia. Bagi BUMN ini, pengembangan SCM sangat membantu dalam penjualan tiket. Pola penjualan tiket di perusahaan ini tidak lagi menggunakan jalur linier : pusat penjualan tiket – biro – konsumen. Pusat penjualan tiket dapat melakukan monitoring secara serentak terhadap seluruh biro maupun pesanan langsung dari konsumen.

Pembahasan No. 2

E-Commece dapat mengurangi siklus waktu, meningkatkan kinerja karyawan dan memberikan dukungan terhadap fasilitasi pelanggan

  • E-commerce dapat mengurangi siklus waktu

Siklus waktu yang dimaksudkan dapat dimulai dari waktu pemesanan hingga pengiriman produk. Sistem pemesanan yang elektronis memungkinkan pemrosesan produk dapat lebih cepat dan akurat. Pada produk yang terdigitalisasi, e-commerce memungkinkan pengiriman produk berlangsung secara sepat dan real-time.

Sedangkan dari sisi perusahaan, e-commerce dapat mengurangi siklus waktu dimana perusahaan dapat melakukan penjualan yang mudah diakses dari mana saja, kapan saja, dan siapa saja. Sehingga dari pengurangan siklus waktu yang diciptakan dari penggunaan e-commerce juga akan berdampak pada pengurangan biaya pemasaran yang akan menguntungkan pihak perusahaan.

Jika dari sisi pelanggan, pengurangan siklus waktu dapat diketahui dari pemesanan yang dilakukan melalui website e-commerce Kegiatan ini memungkinkan pelanggan ataupun konsumen dapat langsung melihat bagaimana kriteria sebuah produk dan memesannya. Jika transaksi telah dilakukan, maka perusahaan akan mengirimkan barang pesanan melalui jasa pelanggan.

  • E-commerce dapat meningkatkan kinerja karyawan

Dalam hal ini, E-commerce menuntut setiap karyawan untuk :

    1. Komitmen, kreativitas, beradaptasi dengan setiap perubahan lingkungan perusahaan

    2. Bercirikan pemberdayaan dan desentralisasi wewenang, serta beranggotakan knowledge based workers

    3. Mampu beradaptasi secara cepat dengan teknologi baru dan perubahan lingkungan (learning organisation)

    4. Mampu dan berani bereksperimen dengan produk, jasa, maupun proses baru

Sehingga dari tuntutan tersebut akan mengakibatkan redefinisi dalam organisasi yang berakibat pada peningkatan kinerja karyawan. Peningkatan tersebut dapat berupa :

  1. E-commerce mengubah bagaimana orang-orang direkrut, di evaluasi, dan dipromosikan

  2. E-commerce mengubah cara training dan pendidikan yang ditawarkan pada karyawan

  3. Perusahaan dapat memangkas biaya lebih dari 50% karena semakin meningkatnya program dan pelatihan virtual yang akan mengubah cara kerja karyawan menjadi lebih baik.

  • E-commerce dapat memberikan dukungan terhadap fasilitasi pelanggan

Secara prinsip, proses pengambilan keputusan konsumen online tidak jauh berbeda dengan proses keputusan offline, yaitu terdiri atas lima tahap: identifikasi masalah, pencarian informasi internal dan eksternal (khususnya lewat internet), evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku purna beli. Dengan adanya pelayanan e-commerce, pelanggan akan dimudahkan untuk mengakses seluruh informasi yang up date dan terus menerus. Pelayanan yang cepat, mudah, aman, dan akurat juga menjadikan e-commerce dapat memberikan dukungan terhadap fasilitasi pelanggan.

Pembahasan n0.3

Perbandingan antara “marketplaces” dengan “marketspaces”. Apa keunggulan dan keterbatasan masing-masing!

Perbandingan antara marketplaces dan marketspaces

Keterangan

Marketplaces

Marketspaces

Arti

Menekankan interaksi pertukaran barang dan jasa antara penjual dan pembeli dengan sejumlah uang secara fisik antara penjual dan pembeli

Marketplace (tempat pasar) dimana antara penjual dan pembeli melakukan pertukaran barang dan jasa dengan sejumlah uang (atau dengan barang dan jasa lain), tetapi dilakukan secara elektronis

Keunggulan

Menyamakan minat pembeli dan penjual.

Memfasilitasi pertukaran informasi, barang, jasa, dan pembayaran yang juga diasosiasikan sebagai transaksi pasar.

Menyediakan infrastruktur institusional, seperti hukum, kebutuhan regular, yang memungkinkan fungsi yang efisien bagi pasar.

Informasi yang lebih bagus dalam lingkungan bertransaksi dan hubungan.

Biaya untuk mencari informasi yang lebih rendah untuk pembeli.

Menghilangkan informasi yang membingungkan bagi penjual dan pembeli.

Pemisahan sementara yang lebih baik antara waktu pembelian dengan waktu pemprosesan produk digital yang dibeli di e-marketplace

Pembeli dan penjual bisa berada di tempat yang berbeda

Keterbatasan

Proses transaksi jual beli hanya dapat dilakukan langsung di tempat.

Pembeli dan penjual harus berada di tempat yang sama.

Proses transaksi terkadang tidak praktis. Hal ini dikarenakan antara penjual dan pembeli masih terjadi proses tawar menawar sebelum menentukan harga yang pasti.

Ketidakpastian kualitas produk yang dibeli secara online. Hal ini dikarenakan calon pembeli tidak pernah melihat, khususnya yang berasal dari vendor yang tidak diketahui.

Beberapa situs web hanya berisi informasi yang “copy” dan “paste” sehingga tidak ada pengembangan informasi lain yang diperlukan oleh konsumen tentang produk tersebut seperti komentar-komentar individu mengenai produk tersebut ataupun perbedaan antara model yang tersedia dari pabrik yang sama.

Belum bakunya standar dan regulasi pemerintah

Akses internet yang masih terbatas dan relatif mahal bagi banyak pelanggan potensial

perbandingan no.4

Perbandingan harga Sony digital Camera pada: shopping.com, mysimon.com, bottomdollar.com, bizrate.com, dan pricescan.com. serta Situs yang memberikan harga terbaik dan juga tempat mendapatkan informasi terbaik.

Harga terbaik untuk produk sony digital camera adalah situs picescan.com, dengan contoh penawaran untuk kamera digital jenis sony cybershot dsc w300 dengan perbandingan harga sebagai berikut:

  • shopping.com, $269-406 ;

  • mysimon.com, $ 264-348 ;

  • bottomdollar.com, $252 ;

  • bizrate.com, $270 ;

  • pricescan.com. $252.

Pelanggan bisa mendapatkan informasi harga dan informasi lain tentang produk melalui Walmart yang melengkapi toko online dengan search engine cerdas untuk membantu pelanggan mendapatkan informasi. Pengguna Mysimon.com (semua layanan reguler) dan layanan AT&T Digital PocketNet memiliki akses ke perbandingan belanja wireless. Pengguna yang dilengkapi dengan sebuah telepon yang sudah tersambung internet AT&T dapat menemukan layanan yang terdapat pada menu utama AT&T; memungkinkan pebelanja membandingkan harga kapan saja dan dimana saja, termasuk dengan toko fisik.

Pembahasan no.5

Trust, Kepuasan, Loyalitas konsumen e commerce

Kepercayaan (trust) menjadi katalisator bagi transaksi penjual dan pembeli yang membuat konsumen memiliki harapan besar untuk puas terhadap hubungan tukar-menukar tersebut (Pavlou, 2003). Kepercayaan (trust) terhadap electronic vendor menentukan putusan konsumen untuk melakukan hubungan penyedia bisnis e-commerce (Friedman et al. 2000). Kekurang-percayaan terhadap web vendor akan menghalangi konsumen menggunakan produk web vendor (Bhattacherjee, 2002).

Jarvenpaa dan Tractinsky (1999) dalam Fitra (2006) mendefinisikan kepercayaan (trust) di e-commerce system sebagai kesediaan konsumen untuk bergantung pada penjual dan melakukan tindakan walaupun penjual dapat dengan mudah merugikan konsumen.

Saat konsumen membeli produk-produk dalam kehidupan sehari-hari, merek (brand) dan citra (image) merupakan hal-hal yang sangat mempengaruhi perilaku pembelian konsumen. Jika suatu perusahaan bukanlah perusahaan yang memiliki merek ternama, dan konsumen-konsumen perusahaan tersebut dapat berpindah layanan bagaimana perusahaan tersebut memelihara hubungan dengan para konsumen yang bersangkutan? Inilah yang dinamakan sebagai membangun loyalitas (kesetiaan) konsumen. Pada umumnya, loyalitas para konsumen muncul dari interaksi yang terus-menerus secara intensif dengan perusahaan tersebut. Sepanjang perusahaan dapat menyediakan informasi yang bermanfaat dan bernilai kepada konsumen, mereka pasti akan menganggap perusahaan sebagai rekanan (partner) yang dapat dipercaya.

Loyalitas konsumen tidak dapat dibangun dalam waktu sehari, namun harus diusahakan secara perlahan-lahan namun pasti. Kesalahpahaman sering terjadi di dunia maya dengan menganggap “hit rate” sebagai indikator utama loyalitas konsumen terhadap sebuah situs. Di dalam sistem e-commerce, prinsip loyalitas yang dipergunakan berpedoman pada aspek “customers retention”, atau dengan kata lain seberapa mampu perusahaan memelihara konsumennya untuk selalu datang kembali membeli produk atau jasa yang ditawarkan dan melakukan mekanisme pembelian melalui situs terkait. Jika dilihat dari seberapa lama pengalaman seorang konsumen “berkenalan” dengan dunia internet, paling tidak mereka dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok besar: Beginners, Intermediates, dan Experts (Siegel, 1999).

Seorang konsumen diklasifikasikan sebagai “Beginner” jika yang bersangkutan baru saja belajar mencoba-coba untuk menggunakan internet. Yang dilakukan tipe orang ini biasanya adalah mencari informasi sehubungan dengan berbagai produk atau jasa yang diperlukannya melalui cara yang paling mudah, yaitu menggunakan “searching engine” semacam Yahoo.com, Altavista.com, atau Excite.com. Mereka biasanya tidak langsung membeli melalui internet melainkan mempergunakan jalur konvensional seperti telepon atau faksimili untuk melakukan transaksi, walaupun informasi awalnya mereka dapatkan melalui situs-situs di dunia maya. Interaksi dua arah antara konsumen dengan perusahaan belum terjadi di tahap ini. Yang perlu dilakukan oleh perusahaan adalah mencoba untuk meningkatkan inisiatif konsumen tersebut untuk melakukan hal-hal lain di internet sehingga mereka mulai tertarik untuk mengadakan transaksi jual beli.

Jika konsumen tersebut sudah terbiasa untuk melakukan pencarian informasi di internet (browsing), biasanya mereka akan mulai mencoba melakukan interaksi dengan perusahaan melalui cara-cara semacam email dan chatting. Konsumen yang dikelompokkan sebagai kategori “Intermediates” ini biasanya mulai tertarik untuk coba-coba melakukan pembelian produk di internet (biasanya yang harganya murah) dan ingin tahu mekanisme dan aspek-aspek terkait lainnya, seperti cara memesan, mekanisme pembayaran, dan jaminan pengiriman barang. Untuk meyakinkan bahwa yang dilakukan mereka sudah benar dan aman, konsumen akan melakukan komunikasi dengan perusahaan, baik secara online maupun offline. Pada akhirnya, yang bersangkutan akan melakukan sebuah transaksi pembelian produk seperti yang diharapkan, dan di titik inilah awal dari berlangsungnya sebuah mekanisme e-commerce.

Pembahasan no.6

Penerapan segmentasi pada E-Commerce

Meskipun kegagalan juga tidak bisa kita lupakan begitu saja pada ribuan proyek EC, namun EC sepertinya tetap bertahan dengan baik dan terus berkembang pada tahun 2001-2002 sebagaimana banyak dibahas di berbagai artikel. Banyak pula perusahaan-perusahaan berbasis internet yang berhasil mendulang sukses, misalnya puritan.com, yang merupakan perusahaan penyedia vitamin. Ribuan perusahaan brick-and-mortar yang menambah saluran online, dan mereka pun berhasil mendulang sukses. Misalnya unilobe.com. staple.com, 800flower.com dan Southwest Airline (dengan iflyswa.com). Weill dan Vitale (2001) menyarankan bahwa perusahaan yang ada sekarang bisa menggunakan pengetahuan, merek, infrastruktur dan strategi handal perusahaan yang sudah ada untuk bermigrasi dari pasar offline ke pasar online. Sebelm melakukan e coomerce maka perusahaan harys melakukan bebrapa tahapan sama seperti ketika seseorang maupun melakukan usaha pada awalnya. Langkah – langkah yang harus dilakukan adalah

  • langkah 1: identifikasikan konsumen atau kebutuhan bisnis dalam pangsa pasar

  • langkah 2: periksa peluang

  • langkah 3: tentukan kemampuan pemilik bisnis dalam memenuhi kebutuhan

jika langkah – langkah tersebuta sedah dilakukan maka perusahaan bisa mamulai bisnis e commerce. Yaitu dengan cara :

1. Membangun atau Acquiring Web Site

Setiap urusan online memerlukan situs jaringan. Situs jaringan merupakan jalan utama beberapa perusahaan untuk berdagang di internet seperti mengiklankan produk nya atau memberikan pelayanan dan menarik pelanggan.

Proses dari Membangun Web Site

    1. Pilih alamat jaringan seperti activeplaza.com

    2. Daftarkan nama daerah(domain name) seperti mybusiness.com

    3. Ciptakan dan kelola isi atau konten

    4. Desain situs jaringan

    5. Konstruksikan situs jaringan dan percobaan

    6. Pasar dan promosikan situs jaringan

2. Hosting Website dan Memperoleh Nama Domain

Memilih nama domain adalah pemasaran yang penting serta pertimbangan branding bagi banyak bisnis. Nama domain ini akan menjadi alamat online bisnis, serta memberikan kesempatan untuk menciptakan identitas bagi bisnis.

Nama domain adalah name-based address yang mengidentifikasi server koneksi internet. Nama domain ini harus mudah diingat. Setiap nama domain diawali dengan top-level-domain (TLD), baik yang umum seperti .com, .biz untuk bisnis komersial, .org untuk organisasi non-profit maupun country-code top-level-domain (ccTLD) seperti .au untuk Australia, .jp untuk Jepang. Kebanyakan ccTLD juga memiliki nama domain level dua yang mengindikasikan nama organisasinya (contoh : redcross.org.au). Di sisi kiri nama domain adalah nama organisasi (contoh : dell.com), nama brand (contoh : coke.com untuk Coca Cola), atau nama generik (contoh : plumber.com)

3. Content Creation, Delivery, and Management

Creating content

Content dari banyak situs dibuat oleh pemilik dan pengembang situs. Umumnya, diawali dengan mengumpulkan semua content yang telah tersedia (informasi produk, informasi perusahaan, logo). Lalu menambahkan content tambahan – e-newsletters, forum diskusi, fitur personalisasi customer, dan sebagainya. Opini/penilaian ini untuk menentukan apa yang penting, kritis, atau diharapkan dengan penuh pertimbangan bagaimana setiap detil content akan menyampaikan tujuan situs dan apakah customer akan menginginkan/mengharapkannya.

Content juga bisa dikembangkan dari customer – melalui review produk, testimonial, forum diskusi, dan lain-lain. Content bisa didapat dari downstream perusahaan di supply chain. Original content juga bisa dibuat oleh peneliti lepas, compiler, dan penulis.

Delivering Content By E-Newsletter

Salah satu strategi efektif mengirimkan konten menarik bagi pelanggan potensial adalah melalui email newsletter. E-newsletter adalah kumpulan artikel informatif dan singkat yang dikirimkan secara teratur lewat email pada individu yang tertarik dengan topik newsletter.

Content Management

Content management adalah proses mengumpulkan, memuat, merevisi, dan menghapus konten dari website untuk menjaga agar konten tetap fresh, akurat, dan kredibel. Content management memastikan situs tetap relevan dan akurat lama setelah peluncuran perdana situs. Web content management ini berbeda dari website management, yang fokus pada navigasi, availability, performance, dan sebagainya.

4. Website Design

Desain website yang berhasil adalah yang berhasil memenuhi ekspektasi pelanggan. Desain dimulai dengan identifikasi pelanggan, kebutuhan, ekspektasi, dan masalahnya. Situs didesain untuk memenuhi kebutuhan dan ekspektasi tersebut, atau mampu memecahkan masalah pelanggan.

Pembahasan no.7

Contoh situs yang menggunakan B2B dan analisis dari masing – masing situs.

  1. EC PLAZA http://www.ecplaza.net

Tampilan : Layout yang cukup menarik dan interaktif Kecepatan upload halaman : Cukup cepat, 4-7 detik dengan koneksi 32kb/ps Kelengkapan fitur catalog : Sangat lengkap, Cara pembayaran : Pay PAL ,kartu kredit,LC, sesuai kesepakatan Kejelasan informasi : Cukup dengan spesifikasi dari situs official produk Kelengkapan produk : Cukup lengkap da disertai gambar Fasilitas forum : live messenger Fasilitas compare : Ada dengan perbandingan harga Fasilitas lain : fasilitas member Fasilitas Yes Trust dan Yes Best Special discount sale Fasilitas search engine Secara keseluruhan situs ini sangat baik dan menarik. Yang saya pandang menarik disini adalah ” Special discount sale”. Selain terbilang jarang ditemui i situs e-commerce hal ini ini merupakan sebuah strategi untuk memperlancar arus penjualan. Selain itu strategi ini digunakan untuk memperlancar arus supply chain B2B, sehingga akan mendongkrak penjualan B2C situs ini.serta adanya data&profil perusaan penjual barang.Kekurangan situs ini terdapat pada ketidakdaan fasilitas forum, situs ini hanya menyediakan layanan live messenger.jadi hubungan B2b harus melalui operator sebagai moderator, sehingga hubungan antar B2B menjadi kurang nyaman.

  1. ALIBABA http://www.alibaba.com

Tampilan : Layout yang kurang menarik, terkesan biasa Kecepatan upload halaman : Cukup cepat, 3-5 detik dengan koneksi 32kb/ps Kelengkapan fitur catalog : Sangat lengkap Cara pembayaran : Pay PAL,kartu kredit,LC.sesuai kesepakatan Kejelasan informasi : Cukup dengan spesifikasi dari situs official produk Kelengkapan produk : Hanya fokus pada produk-produk baru Fasilitas forum : Ada pada link community Fasilitas compare : Ada dengan perbandingan harga Fasilitas lain : fasilitas member Fasilitas search engine Secara keseluruhan sius ini tergolong baik. Dengan loading page yang cepat serta fitur –fitur yang wajib ada dalam sebuah situs e-commerce seperti katalog, informasi penjual,informasi produk, cara pembayaran dan forum.namun ada beberapa yang saya rasa kurang pas, yaitu mengenai tampilan yang terkesan biasa ( mungkin karena kompatibilitas web browser yang saya gunakan) tapi mungkin hal ini tidak begitu dipermasalahkan oleh pengunjung lainya.

  1. ECROBOT.COM http://www.ecrobot.com

Tampilan : Layout yang cukup menarik dan interaktif Kecepatan upload halaman : Cukup cepat, 5-7 detik dengan koneksi 32kb/ps Kelengkapan fitur catalog : Sangat lengkap dan unik Cara pembayaran : Pay PAL dan kartu kredit Kejelasan informasi : sangat jelas diserai review dari user lain Kelengkapan produk : Cukup lengkap dan disertai gambar Fasilitas forum : Ada pada link member area Fasilitas compare : Ada dengan perbandingan harga Fasilitas lain : fasilitas member Fasilitas Yes Trust dan Yes Best Special discount sale Fasilitas search engine Yang menarik dari situs ini adalah: situs ini menyertakan jumlah produk yang dikategorikan secara sederhana dan uniknya mereka juga menampilakan jumlah perusahaan yang terdapat/ terdaftar di situs ini, dan telah diklasifikasikan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Hal ini memudahkan konsumen untuk mencari informasi dengan cepat dan tepat mengenai apa yang mereka perlukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.